Penyerahan plakat kepada Najwa Shihab (Kitogalo.com / Oktarian Dwi Saputra)

Kitogalo.com, Palembang – Program Mata Najwa On the Stage kali ini menyambangi Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Presenter kondang Najwa Shihab yang juga menyandang sebagai Duta Baca Nasional ini, memanfaatkan kedatangannya untuk menjadi provokator literasi di kota empek-empek ini.

Di hari pertama kedatangannya, anak mantan Menteri Agama Quraish Shihab ini menjadi Keynote Speaker di acara Talkshow yang dihadiri ratusan penggiat literasi di Palembang.

Najwa Shihab pun dengan bangga menyebut dirinya sebagai provokator membaca, agar bisa meningkatkan kesadaran literasi di seluruh kalangan. Sebagai Duta Baca Nasional, mantan jurnalis Metro TV ini ingin menularkan virus membaca buku fisik di tengah gempuran teknologi canggih.

“Penggunaan teknologi di dunia literasi merupakan tugas yang amat berat dan benar-benar menjadi tantangan. Kalau sekarang urusannya bertambah. Belum selesai dengan menggerakkan baca buku secara fisik, kita sudah ditantang untuk memahami gadget,” ujarnya, di Auditorium Bina Praja Gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Jumat (19/10/2018).

Nana, sapaan akrabnya, terus mendorong agar tidak melupakan tradisi membaca buku fisik. Tradisi ini melatih kesabaran para pembaca, sehingga bisa menarik kesimpulan dengan detail.

Sedangkan membaca dengan gadget , lebih mengedepankan teknis scanning, bisa menyimpulkan dari judul tanpa membaca secara rinci.

“Memiliki kebiasaan membaca itu tidak ada ruginya. Setidaknya setiap hari luangkan waktu untuk membaca, idealnya 30 menit sehari. Jika tidak memungkinkan sekaligus bisa dicicil,” ucapnya.

Ibu satu anak ini memberikan tips agar bisa meluangkan waktu membaca rutin setiap hari. Kebiasaan membaca bagusnya dilakukan setiap pagi, siang, sore dan malam minimal lima menit saja. Matikan notifikasi telepon genggam agar konsentrasi tidak terpecah.

Baca Juga :

Curhatan Komunitas Literasi Sumsel ke Duta Baca Najwa Shihab

Kominfo Gelar Kompetisi Karya Jurnalistik di AJK 2018

Lukisan Ratu Sinuhun Percantik Wajah Baru Museum SMB II Palembang

Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dedi Junaidi mengatakan, mereka berusaha memfasilitasi teknis pustaka se-Indonesia, baik fasilitas manual maupun canggih.

“Seiring era digital, perpustakaan harus terhubung cepat dengan teknologi. Karena itu, Buku Elektronik atau e-book sudah kami kembangkan,” ungkapnya.

Dengan adanya E-book di Perpusnas, Dedi berharapkan masyarakat dapat terus mengakses buku-buku, walaupun tak mengunjungi perpustakaan secara langsung.

“Jangan malas buka gadget untuk berselancar secara online ke Perpusnas, manfaatkan secara optimal jadi literasi tumbuh dengan baik,” katanya di depan komunitas literasi di Palembang.

Heti Rahmawati