Pelantikan Pengurus AMSI Sumsel Periode 2017-2020. (Sumber: Redaksi Kitogalo.com/Agatha Olivia)

Kitogalo.com, Palembang – Koodinator Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sumatera, Agus Perdana secara resmi melantik kepengurusan di Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2017-2020, pada hari Sabtu (1/12/2018), di Gedung DPRD Sumatera Selatan.

Jajaran pengurus AMSI Sumsel yang dilantik yaitu Sidratul Muntaha sebagai (fornews.co) sebagai Ketua, Aan Ariadin (manaberita.com) sebagai Sekretaris, Munawaroh (kitogalo.com) sebagai Bendahara dan Ketua Bidang Dana dan Usaha P. Rudi (kaganga.com).

Lalu ada beberapa anggota divisi yaitu Solehun (sumselupdate.com), Edwar Rais (vosmedia.co.id), Yulian Zalfah (beritamusi.com) dan Ardhy Fitriasyah (mattanews.co).

Ketua Bidang Koordinasi dijabat oleh Rommy Maradona (beritamusi.com), dengan anggotanya yaitu Edward Heryadi (sumselupdate.com), Imron Suryadi (kabarsumatera.com), Firwanto M. Isa (pelitasumsel.com), Wawan Hasibuan (pelitasumsel.com) dan Heriyanto (beritasebelas.com).

Lalu ada Pengurus Majelis Etik yaitu M. Uzair (lenterapendidikan.com), Ibrahim Arsyad (fornews.co), Sofhuan Yusflansyah dan Mualimin. Serta dibentuk Badan Pertimbangan dan Pengawasan yang dijabat oleh Wenny Ramdiastuty (tribunsumsel.com), Irwan Wahyudi (sumselterkini.com) dan Darfian Maharjaya (sriwijayamedia.com).

Ketua AMSI SUMSEL, Sidratul Muntaha Dalam Sambutannya. (Sumber: Redaksi Kitogalo.com/Agatha Olivia)

Dibentuk pada 18 April 2017, AMSI bertujuan untuk menjadi wadah berbagai media siber/online yang ada di Indonesia. Kini AMSI sudah ada di 15 provinsi di Indonesia, salah satunya AMSI wilayah Sumsel.

“Untuk di Sumsel sendiri ada 15 media yang terdaftar menjadi bagian dari AMSI. Diharapkan yang lain bisa menyusul (bergabung) secepat mungkin,” ujar Koodinator Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sumatera, Agus Perdana.

AMSI Sumsel mempunyai visi agar media siber di Sumsel bisa kritis dalam memberikan informasi, untuk terus menjaga stabilitas sosial di daerah agar jauh dari hoax.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumatera Selatan, Eduar Juliartha mengakui perkembangan media siber di Sumsel juga cukup pesat. Dia pun sering mendapatkan informasi seluruh wilayah Sumsel dari media siber.

“Iya, saya suka baca berita di media siber A, tapi kok pas tadi saya lihat di daftar media siber AMSI ternyata nama medianya belum ada ya. Saya harap seluruh media siber bisa langsung cepat-cepat daftar ke AMSI agar bisa di crosscheck ulang,” ungkapnya.

Hoax atau berita bohong memang kian timbul saat media siber mulai berkembang di Indonesia. Hal ini dikarenakan mudahnya menulis maupun menyebarkan berita lewat media siber tanpa harus ada verifikasi setelahnya.

Sumber berita pun sering tidak disertakan oleh beberapa media siber, sehingga tidak dapat dikoreksi kebenarannya.

“Zaman sekarang itu memang sudah serba cepat, orang pun sekarang juga jadi cepat copy paste berita. Informasi tersebut langsung send karena di media online ini hitungannya detik, jadi tidak ada lagi keabsahannya, yang penting cepat. Inilah yang menjadi masalah utama media siber,” katanya.

Diskusi Publik “Cara Jitu Melawan Hoax”. (Sumber: Redaksi Kitogalo.com/Agatha Olivia)

Banyaknya media startup bahkan wartawan abal-abal yang mengakui dirinya sebagai pers, turut menjadi masalah utama dalam penyebaran hoax.

Menurut Imam Wahyudi, anggota Dewan Pers Indonesia, pers itu yang mengikuti kaidah Dewan Pers Indonesia, mematuhi Kode Etik Jurnalistik serta memenuhi standar undang-undang terutama Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Jadi kalo dia tidak masuk dalam ketiganya, dia bukan Pers, cuma ngaku-ngaku aja itu,” ucapnya.

Acara pelantikan kemudian dilanjutkan dengan diskusi komunikasi bersama para beberapa pakar jurnalistik dengan tema ‘Cara Jitu Melawan Hoax’.

AMSI kini sedang diverifikasi oleh Dewan Pers Indonesia agar menjadi konstituen Dewan Pers. Agar bisa seperti organisasi pers lainnya yang menjadi wadah para media berkualitas yang jauh dari hoax.

Agatha Olivia