Sumber foto: Ulinulin.com

Kitogalo.com – Palembang memang terkenal sebagai kota kuliner. Pilihan dari kuliner Palembang pun beragam dimulai dari pedas, asin, asam pedas hingga manis. Menuju hari raya lebaran, Kementrian Pariwisata mengadakan hashtag #PesonaKulinerLebaran2018. Berikut 10 kuliner Palembang yang telah dirangkum oleh Generasi Pesona Indonesia:

  1. Pempek
    Hasil gambar untuk pempek
    Sumber foto: rasamasa.com

    Pempek yang terdiri dari Pempek Kapal Selam, Lenjer, Adaan, Lenggang, Otak-otak dan Panggang merupakan makanan khas Palembang yang dibuat dari campuran tepung kanji, ikan giling, telur, garam dan beberapa bumbu lainnya. Pempek akan lebih nikmat bila dimakan bersama pelengkapnya, yaitu saus cuko. Karena pempek adalah makanan khas Palembang, pastinya sangat mudah menemukan penjual makanan ini di sepanjang Kota Palembang.

  2. Pindang Patin
    Hasil gambar untuk pindang patin
    Sumber foto: travelingyuk.com

    Pindang Patin adalah salah satu makanan favorit di Palembang. Banyak rumah makan yang khusus menjadikan pindang patin sebagai menu utamanya. Pindang Patin menyerupai sop ikan, hanya saja lebih kaya rempah. Rasa pedas, asam dan manis berpadu menjadi hidangan pindang yang menggugah selera.

  3. Tekwan
    Hasil gambar untuk tekwan
    Sumber foto: Kesdoe.com

    Tekwan merupakan turunan dari pempek. Bentuknya seperti bakso ikan, disajikan dengan kuah sop. Bedanya, pada kuah ditambahkan udang sebagai penyedap rasa. Ingin coba?

  4. Mi Celor
    Hasil gambar untuk mie celor
    Sumber foto: GoodIndonesianFood.com

    Mi Celor adalah mi yang disajikan dalam kuah santan kental dan kaldu udang, dengan tambahan irisan telur dan taoge. Mi yang digunakan ukurannya sedikit lebih besar daripada mi pada umumnya. Disebut Mi Celor karna sebelum dihidangkan mi dan taoge akan dicelor (diseduh) dalam air mendidih.

  5. Nasi Minyak
    Hasil gambar untuk nasi minyak
    Sumber foto: goodindonesianfood.com

    Nasi Minyak dibuat dari beras yang dimasak bersama minyak samin, bumbu rempah dan ditambahkan taburan kismis. Di Palembang, Nasi Minyak biasanya disajikan dengan Malbi, yaitu daging sapi yang dimasak seperti semur. Lezat sekali bukan?

  6. Lenggang
    Gambar terkait
    Sumber foto: pinterest.com

    Lenggang juga merupakan salah satu turunan dari pempek. Jika pada umumnya pempek digoreng atau direbus, lenggang dimasak dengan cara dibakar dalam mangkuk yang terbuat dari daun pisang. Aroma harum daun pisang membuat Lenggang sangat diminati. Cara menikmatinya tetap sama seperti menikmati pempek pada umumnya, yaitu dicocol dalam saus cuko.

  7. Lapis Kojo
    Hasil gambar untuk lapis kojo
    Sumber foto: snap361.com

    Tidak hanya makanan yang gurih, di Palembang juga ada kue-kue yang manis legit. Salah satunya Lapis Kojo. Kue ini dibuat dari adonan telur bebek, telur ayam, susu kental manis, gula, santal kental serta perasan daun suji dan pandan sebagai pewarna hijau. Adonan tersebut dipanggang berlapis hingga matang dan adonan habis.

  8.  Kue 8 jam
    Hasil gambar untuk kue 8 jam
    Sumber foto: terpanas.id

    Seperti namanya, kue ini harus dikukus selama 8 jam hingga matang kecoklatan. Bahan utamanya hampir mirip dengan Lapis Kojo, hanya saja tidak menggunakan santan, pandan dan suji.

  9.  Engkak Ketan
    Hasil gambar untuk engkak ketan
    Sumber foto: youtube.com

    Engkak Ketan selintas mirip dengan lapis legit, namun bahan utamanya berupa tepung ketan. Engkak Ketan mulai langka karena dibutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Kue berlapis ini biasanya dihidangkan saat hari raya.

  10.  Martabak HAR
    Hasil gambar untuk martabak har
    Sumber foto: ksmtour.com

    Nggak hanya Pempek, di Palembang juga ada martabak yang sangat legendaris yang berdiri sejak 7 Juli 1947. Martabak ini dibuat dari adonan kulit seperti kulit lumpia yang telah direndam minyak goreng, lalu ditambahkan dua butir telur ayam atau telur bebek, kemudian digoreng hingga matang. Martabak HAR disajikan dengan kuah kari dan irisan cabai hijau. HAR sendiri merupakan inisial dari Hari Abdul Rozak, nama pemilik usaha Martabak HAR.

Bagaimana? Sudah tidak sabar mencicipi kuliner-kuliner diatas?

Agatha Olivia