Suasana International Class di Lord Cafe and Resto (kitogalo.com/Heti Rahmawati)

Kitogalo.com, Palembang – Pertukaran budaya dengan negara luar dikemas dalam salah satu acara oleh AIESEC Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Sriwijaya Project dan dinamai dengan International Class. Acara ini diadakan selama dua hari mulai dari 14-15 Agustus 2018 di Lord Cafe and Resto, Palembang.

Sejumlah pelajar asing dari beberapa negara mengisi acara ini di antaranya dari Belanda, Jerman, Spanyol, Tunisia dan Bangladesh. Mereka merupakan mahasiswa di negeri mereka masing-masing didatangkan melalui perkumpulan mahasiswa (AIESEC) ke Indonesia.

“Mereka itu merupakan volunteer yang diseleksi sebelum datang ke sini. Kali ini mereka presentasi tentang negara dan kebudayaan mereka,” ujar Putri, Ketua Pelaksana Sriwijaya Project, di Lord Cafe Palembang, Rabu, 15 Agustus 2018.

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. AIESEC memang memfasilitasi tempat dan pengetahuan bagi pelajar khususnya yang berdomisili di Palembang. “Internasional Class ini dibuka gratis untuk siapa saja yang mau datang,” katanya.

Putri menjelaskan, program kali ini sebenarnya mendatangkan delapan mahasiswa asing atau biasa disebut bule. Namun tiga orang harus pulang lebih dulu karena ada urusan perkuliahan. “Ada 8 bule, tapi 2 dari Mesir dan 1 dari Australia harus pulang lebih awal karena mereka sudah masuk kuliah di sana, jadi sekarang tinggal 5,” kata dara berusia 21 tahun ini.

Ia menambahkan, program ini diadakan sebagai salah satu wadah mahasiswa khususnya untuk belajar lebih banyak tentang toleransi. “Jadi kita ketemu bule tidak semata-mata “say hi dan good bye”, tapi kita bisa belajar tentang budaya mereka dan kita berbagi budaya kita, jadi kita bisa meningkatkan rasa toleransi dengan budaya mereka dan mereka ke budaya kita,” jelas putri.

Putri memastikan jika acara ini sangat bagus untuk mahasiswa karena banyak hal positif yang bisa didapat dengan belajar pertukaran budaya. “Selama ini kita cuma belajar teori dan jarang ada tempat untuk praktik. Nah, ini salah satu tempat untuk praktik langsung dengan mereka para foreigner, lagipula di sini kita bisa ketemu banyak teman baru dan mendapat ilmu baru,” ujarnya.

Salah satu pembicara asal Tunisia, Khouloud menyatakan bahwa dari kegiatan iniia bisa mendapat banyak keuntungan salah satunya pengetahuan yang beragam dari tempat yang berbeda-beda. “The International calss was amazing. From here, we can know the multicultural and diversity. we learned about the culture, the tourism, history etc” Ujar bule cantik berhijab ini.

Heti Rahmawati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here