Gubernur Sumsel Herman Deru menandatangani MoU pembangunan Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat (Dok. Humas Pemprov SUmsel)

Kitogalo.com, Palembang – Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dalam menambah infrastruktur transportasi laut semakin gencar. Setelah menghidupkan kembali Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api (TAA) di Kabupaten Banyuasin Sumsel, kali ini Sumsel akan segera memiliki Pelabuhan Laut Dalam di Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. Pelindo II (Persero) dengan Pemprov Sumsel.

Memorandum of Understanding (MoU) ini tentang pengembangan Pelabuhan Laut Dalam (deep sea port), di Tanjung Carat Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Herman Deru menargetkan, kerjasama ini tak hanya sekedar kesepakatan hitam di atas putih, melainkan segera ada action yang nyata.

“Akhirnya mimpi kita memiliki Pelabuhan Laut Dalam mendekati kenyataan, saya sangat bahagia. Kemarin sudah mengoperasikan Pelabuhan Laut TAA yang sudah 15 tahun dibangun, melepas ekspor komoditas di Boombaru dan ini MoU¬†Tanjung Carat. Semoga ini bukan sekedar MoU tapi MoA (Memorandum of Action),” ujarnya di Hotel Aryaduta Palembang, Jumat (15/3/2019) malam.

Dia mengharapkan kehadiran pelabuhan laut dalam ini dapat semakin memperlancar arus distribusi barang dari dan ke wilayah Sumsel. Apalagi Sumsel memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang banyak di bidang pertanian, perkebunan juga pertambangan.

Mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur ini,  akan mendorong semua pihak untuk mempercepat pelaksanaan Pelabuhan Laut Dalam ini. Yaitu investigasi dari pihak Pelindo tentang draft hingga rencana bisnisnya kedepan.

Meski baru sebatas MoU, beberapa perusahaan sudah berminat menggunakan jasa pelabuhan.laut dalam itu, salah satunya adalah PT.Pusri. Jika ini nanti sudah beroperasi, para pengusaha ekspor di sumsel ini tak perlu jauh-jauh lagi ke Lampung, Bengkulu dan Padang untuk mengirim barang.

“Nanti di Pelabuhan laut dalam ini kapal-kapal eemuatan 30.000 Ton bisa masuk dengan minimal draft 10.000 ke atas. Besar pelabuhan yang akam dibangun juga tidak tanggung, tapi luas pelabuhan harus dipersiapkan sampai masa mendatang dan tidak sempit,” ujarnya.

Editor : Nefryu

BACA JUGA :

3 Komoditas Pertanian Jadi Unggulan Ekspor Sumsel

Sumsel Hadirkan Rumah Sakit Hewan Pertama di Pulau Sumatera

Gubernur Sumsel : Tidak Puas dengan Layanan Publik, Laporkan ke Ombudsman