Klub motor Bringas Syndicate Palembang (Dok. Instagram Bringas Syndicate Palembang)

Kitogalo.com, Palembang – Suara gas sepeda motor bersahutan, terdengar jelas di Jalan Merdeka hingga Kambang Iwak Palembang di Jalan Tasik Palembang hampir setiap malam. Rombongan klub motor Bringas Syndicate Palembang yang rutin berkumpul, selalu menyempatkan waktu berjalan-jalan di ruas Kota Palembang yang jauh dari kemacetan.

Tidak seperti pandangan masyarakat tentang buruknya image klub motor yang sering melakukan aksi kriminal, klub ini malah menjadi wadah edukasi bagi anggotanya tentang kendaraan sepeda motor.

Salah satunya edukasi tentang Program Langit Biru yang dicanangkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Program ini bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara, salah satunya polutan dari kendaraan sepeda motor.

Mutiara Marliza, Divisi Keanggotaan Bringas Syndicate Palembang, menjadi salah satu dari anggota klub sepeda motor yang sangat peduli dengan pencegahan polusi udara dari sepeda motor.

Terlebih di tengah polusi kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang terjadi di hampir seluruh kawasan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Mungkin kami belum bisa membantu mengurangi polusi kabut asap, tapi kami berupaya untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan sepeda motor. Salah satunya dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ramah lingkungan,” ujarnya, Sabtu (12/10/2019).

Program Langit Biru yang diketahuinya sejak lama, juga yang menjadi alasan Humas Paguyuban Motor Sriwijaya Palembang ini untuk beralih ke BBM yang ramah lingkungan.

Sudah sejak satu tahun lalu, dia bersama belasan anggota klub motor di Palembang, menggunakan Pertamax Turbo. Selain membuat performa mesin lebih kencang, hasil pembakaran Pertamax Turbo juga mengurangi polutan di Palembang.

“Kalau dibilang mahal, memang harga BBM Pertamax Turbo lebih tinggi dari BBM yang biasa kami gunakan. Tapi yang kami pikirkan adalah BBM ini bisa membuat mesin bekerja maksimal dan bisa mengurangi polusi udara di kota kami,” katanya.

Dulunya, warga Jalan Setunggal Palembang ini sering menggunakan Premium, karena jenis BBM ini dikenal irit. Namun seiring berjalannya waktu, penggunaan Premium juga memakan biaya yang cukup besar untuk perawatan mesin sepeda motornya.

Meskipun anggota klubnya belum semuanya menggunakan Pertamax Turbo, tetapi dia terus mengedukasi akan pentingnya kepedulian klub motor terhadap lingkungan. Salah satunya memilih BBM yang tepat.

“Setiap hari saya mobile menggunakan sepeda motor untuk bekerja. Jadi, tidak terbayang jika aktivitas saya ini menyumbangkan polusi udara di Palembang, jika menggunakan BBM yang tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Aksi Move On juga dilakukan Heri, Ketua Klub Teruci Palembang. Bahkan sudah sejak lama dia beralih ke Pertamax 92. Dulunya, pemilik kendaraan Terios Rush ini menggunakan BBM jenis Pertalite untuk mobil kesayangannya.

“Tapi terasa beda ketika saya menggunakan Pertamax 92, terasa tarikan gas lebih kencang dan awet di mesin. Memang belum banyak anggota klub kita yang menggunakan BBM Research Octane Number (RON) tinggi, tapi kami terus menginformasikan pentingnya menggunakan BBM yang sesuai dengan mesin kendaraan,” katanya.

Editor : Nefryu

BACA JUGA :

4 Gaya Hidup ini Yang Buat Dompetmu Cepat Kosong

Hei Traveler! Yuk Cobain Naik KA Bandara Soetta ke Jakarta

Kamu Suka Menulis Essay, Yuk Ikuti Lomba ASEAN-Korea Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here