Halte Bus (Pexels.com)

Kitogalo.com, Palembang – Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang digaung-gaungkan sebagai Kota Internasional, sepertinya jauh dari harapan. Bayangkan saja, untuk fasilitas umum seperti halte bus, hingga saat ini banyak yang tidak layak pakai.

Bahkan, ada ratusan halte bus yang kondisinya rusak parah, karena tidak pernah diurus lagi oleh pengelolanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Agus Rizal, mengakui kondisi jika kondisi halte yang ada saat ini, hampir semuanya rusak parah.

“Ada sekitar 254 halte dalam kondisi rusak. Kita cuma ada anggaran Rp100 juta per tahun, sedangkan biaya perbaikan untuk halte yang rusak Rp30 juta,” ucapnya, Sabtu (11/1/2020).

Agus mengaku masih mencari cara agar halte dapat diperbaiki. Salah satunya bantuan dana forum Corporate Social Responsibility (CSR) atau melalui pihak ketiga dengan sistem kerjasama.

Mereka berencana mengajukan dua opsi untuk perbaikan halte ini. Yaitu menggunakan dana CSR atau melalui pihak ketiga dengan sistem kerjasama.

“Jadi anggaran yang kita sediakan untuk perbaikan bisa fokus untuk perawatan,” katanya.

Dengan opsi ini, Agus berencana akan menerapkan skema, dari 68 persen yang rusak ini akan di lakukan perbaikan dan dilihat dari kondisi rusaknya, parah, sedang dan ringan. Sedangkan, dengan skema CSR, maka ini akan dibantu sepenuhnya forum CSR.

“Jadi kalau pihak ketiga bisa berupa penarikan retribusi, ataupun pajak,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya juga tengah melakukan inventaris lagi halte – halte yang ada, apakah masih ada yang dikelolah pihak ketiga, dan berapa yang di miliki pemkot/aset daerah.

“Kalau sudah jadi milik/ aset pemkot inikan bisa dikelolah, iyalah dengan penarikan retribusi atau pajak, jika digunakan untuk iklan, dll oleh pihak ketiga,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here