Kereta cepat ringan atau light rail transit/LRT (kitogalo.com)

Kitogalo.com, Palembang – Uji operasional Light Rail Transit (LRT) di Kota Palembang sudah dilaksanakan sejak 23 Juli 2018. Awalnya hanya dikhususkan untuk aparatus sipil negara (ASN) dan TNI/Polri. Kini, masyarakat sudah bisa mengakses dan menikmati LRT ini.

Masyarakat bisa mencoba menggunakan jasa kereta ringan ini secara gratis sampai dengan 31 Juli 2018. Walau sempat berhenti beroperasi selama dua hari yakni pada 28-29 Juli karena diadakannya evaluasi, minat masyarakat untuk mencoba si Ular Besi ini tidak turun.

Berdasarkan pantauan kitogalo.com, masyarakat menggunakan momen uji coba ini dengan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan ramainya penumpang di hari terkahir uji coba LRT di Stasiun Bumi Sriwijaya. Tak sedikit yang rela menunggu satu jam untuk dapat menggunakan jasa LRT.

Tampak Depan Salah Satu Stasiun LRT (Kitogalo.com)

Seperti yang dialami oleh Rahmat, salah satu penumpang LRT yang memiliki tujuan Stasiun DJKA. Ia mengaku bahwa ia memang berniat untuk mencoba naik “sepur di pucuk” ini. “Saya baru tahu kalau ini terbuka untuk masyarakat, saya pikir pegawai negeri saja, jadi saat saya tahu saya langsung meluncur ke sini untuk mencobanya,” kata pria 25 tahun ini, Selasa, 31 Juli 2018.

Memiliki 13 stasiun, baru 6 stasiun yang bisa dioperasikan hingga Asian Games 2018 dihelat. Namun, pengunjung tak dibuat kecewa karena pembangunan stasiun yang masih belum selesai. Pasalnya, setiap stasiun sudah dilengkapi fasilitas yang modern.
“Di sini keren, walaupun tempat menunggunya masih kurang banyak, tapi fasilitas lainnya sudah tertata rapi seperti toilet, mushola dan yang lainnya, dengan desain minimalis”, ujarnya.

Selain fasilitas, ada yang unik dengan LRT kebanggaan warga Palembang ini yaitu announcer menggunakan tiga bahasa. Tak hanya Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris saja tetapi juga menggunakan Bahasa Palembang. Hal ini sangat menarik sehingga masyarakat Palembang bisa benar-benar mendapatkan pelayanan maksimal.

“Awalnya sedikit aneh ada Bahasa Palembang tetapi ini akan lebih mudah dimengerti oleh masyarakat Palembang, bahasa kita lebih mudah dilestarikan,” ujar Rahmat.

Heti Rahmawati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here