Pertamina RU III Plaju Palembang memproduksi Bahan Bakar Biosolar (B-20) ramah lingkungan (Sumber : Humas Pertamina RU III Plaju Palembang)

Kitogalo.com, Palembang – Keseriusan Pertamina Refinery Unit III berkomitmen menghasilkan produk ramah lingkungan dibuktikan dengan kehadiran Biosolar (B-20).

Bahan bakar tamah lingkungan yang diproduksi di Kilang RU III Plaju Palembang ini, sebagai komitmen menjalankan Kebijakan Pemerintah sesuai Permen ESDM No 41 Tahun 2018.

Komitmen Pertamina RU III ini untuk menerapkan penggunaan campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dengan minyak nabati yaitu Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 20 persen, yang diproduksi oleh Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN).

Menurut General Manager RU III Plaju Palembang Yosua IM Nababan, B-20 menjadi bukti Pertamina Refinery Unit III Plaju terus mendukung program pemerintah.

“Kita juga memenuhi security of supply, khususnya di daerah Sumbagsel melalui sinergi bersama dengan Marketing Operation Region II Sumbagsel. Hal ini dilakukan untuk melakukan produksi dan menyalurkan Bahan Bakar Ramah Lingkungan kepada masyaraka,” ujarnya kepada Kitogalo.com, Sabtu (26/1/2019).

Biosolar ini resmi di-launching pada hari Kamis (24/1/2019) lalu. RU III telah melakukan improvement baik dari segi sarfas penerimaan FAME maupun produksi B-20 dalam tempo yang cukup cepat.

Kilang RU III mampu mengolah pasokan FAME dari supplier dengan kapasitas 30.000-40.000 KL/bulan. FAME diterima melalui kapal dan disalurkan melalui Rumah Pompa Minyak (RPM) Fuel di area storage tanki.

“Kami berterima kasih atas apresiasi Menteri ESDM RI saat kunjungannya ke RU III lalu. Menciptakan energi bersih menjadi prioritas kami sebagai Green Refinery pertama di Indonesia,” katanya.

Selain untuk memenuhi Regulasi, injeksi FAME sebanyak 20 persen ke dalam produk solar dapat memberikan potensi improvement kualitas finish product.

Pertamina RU III Plaju Palembang sudah meluncurkan Biosolar (B-20) ramah lingkungan pada hari Kamis (24/1/2019) kemarin ke publik (Sumber : Humas Pertamina RU III Plaju Palembang)

Penjabat sementara (Pjs) General Manager MOR II Hendrix Eko Verbriono mengatakan B-20 memiliki CetaNe number diatas 50, lebih tinggi bila dibandingkan dengan CetaNe number Solar murni yakni 48.

“Semakin tinggi angka cetane, semakin sempurna pembakaran sehingga polusi dapat ditekan. Kerapatan energi pervolume yang diperoleh juga makin besar. Selain itu, campuran FAME menurunkan sulfur pada produk Diesel tersebut,” ungkapnya.

Penerapan Bahan Bakar Ramah Lingkungan ini, diharapkannya berdampak pada pengendalian angka impor BBM dan turut mendukung stabilitas nilai rupiah dan menghemat devisa negara.

Selain menyejahterakan Petani Sawit dengan menjaga stabilisasi harga CPO , pemanfaatan minyak sawit ini mampu mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Bahka bisa berkurang hingga 29 persen dari Business as Usual (BAU) pada tahun 2030.

RU III Plaju merupakan salah satu dari 30 lokasi yang ditentukan menerima FAME, dengan kebutuhan B-20 untuk Provinsi Sumsel dan Lampung sebanyak 3.500 – 5.000 KL/hari.

Saat ini secara reguler dapat dipenuhi seluruhnya dari RU III Plaju yang mampu menghasilkan Biosolar (B-20) 180.000-200.000 KL/bulan. Ini merupakan bagian dari upaya Pertamina menjamin ketahanan stok BBM Ramah Lingkungan di pasaran.

“Pertamina akan terus berinovasi menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan. Diantaranya langsung mengolah CPO di dalam kilang, untuk menghasilkan green fuel berupa green gasoline, green diesel dan green avtur,” ujarnya.