Ilustrasi Buang Sampah

Kitogalo.com, Palembang – Isu lingkungan saat ini membutuhkan perhatian khusus karena dampak kerusakannya sudah tidak dapat dibendung lagi. Mulai dari banjir, suhu yang meningkat, dan iklim yang tidak tentu.

Seperti di Palembang, saat hujan deras mengguyur kota dan tidak lama air membanjiri titik-titik tertentu di kota ini. Nah, kamu pasti tidak nyaman kan, kalau kotamu terkesan kotor?

Tentu kita sudah sering mendengar apa pentingnya menjaga lingkungan. Namun apakah lingkungan saat ini masih menjadi daya tarik kaum milenial. Bagaimana kaum milenials bisa berperan penting untuk lingkungan.

Menurut Deni Arian Nando, Penggiat lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel), mencintai lingkungan adalah suatu cara menebar energi positif.

“Hal yang paling mendasar dari budaya menjaga lingkungan dan kelestarian alam dapat dimulai dari menjaga lingkungan keluarga dan sekitar. Dari sana kita dapat menggambarkan pola-pola kehidupan dan belajar hidup bersih dan sehat,” ujarnya kepada Kitogalo.com, Jumat (2/11/2018).

Bagi kaum milenial, usaha sederhana berikut ini dapat dilakukan sebagai agen penyelamat lingkungan :

1. Perilaku hidup konsumen

(Sumber : www.google.com)

Sebagai kaum milenial kita harus mampu memilih dengan kritis produk-produk yang ramah lingkungan.

Seperti produk-produk yang menggunakan bahan minyak kelapa sawit. Kita perlu menelusuri apakah ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan dari proses produksi. Diantaranya perusakan hutan dan pelanggaran lingkungan lainnya sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan.

2. Mengikuti berbagai perlombaan dengan tema lingkungan

(Sumber : www.wordpress.com)

Untuk lebih memancing kepekaan kita terhadap lingkungan kita bisa mengikuti berbagai perlombaan dengan tema alam.

Perlombaan ini tidak hanya melukis, tapi juga perlombaan yang mengasah skill kamu yang lain, seperti fotografi lingkungan atau lomba yang bisa meningkatkan uang jajan kaum milenial.

3. Mengikuti grup pecinta alam

(Sumber : Antara)

Nah, yang paling asyik adalah mengikuti grup pecinta alam. Disini nyali kamu betul-betul diuji guys.

Keberanian kamu mencoba hal baru, mencoba lepas dari kesibukan kota, dan melepas susah gundah di alam bebas. Bagi kamu yang ingin mencoba belajar mandiri, grup ini adalah tempat belajar yang baik.

Karena kamu akan dilatih dan diuji menghadapi persoalan yang hanya mampu diatasi oleh dirimu sendiri. Seperti memasang tenda, membuat makanan sendiri dan mengatasi masalah diri seperti kedinginan, kesulitan, atau masalah lain.

Selain itu dalam grup ini pasti kamu akan diajari bagaimana menjaga lingkungan secara lebih mendalam. Kamu juga akan merasakan sendiri bagaimana kenikmatan serta kesejukan alam yang sangat sayang untuk dirusak.

Setelah mengikuti grup ini kamu akan menjadi orang yang terdepan menegur orang yang merusak lingkungan di sekitarmu.

4. Mengisi feed sosmed dengan foto-foto tema lingkungan

(Sumber : www.idntimes.com)

Feed sosmedmu dapat menggambarkan kepribadianmu juga. Feed yang berisi konten yang baik akan menggambarkan dirimu yang baik.

Apalagi jika feed itu berisi tema lingkungan yang indah, orang lain akan lebih tertarik dan jumlah followersmu juga meningkat, ditambah lagi dapat menarik kaum milenial wanita.

Dari sosmed inilah kita dapat mempengaruhi milenial lain untuk mengikuti jejak kita mencintai longkungan.

Setelah melakukan upaya tersebut bagi kaum milenial, lingkungan juga menjadi pengaruh besar, seperti sekolah yang menerapkan sistem reward and punishment bagi pelanggar aturan lingkungan sekolah.

Selain itu, pemerintah dapat berperan penting dengan menyebarkan edukasi ke seluruh masyarakat dan menjadikan fasilitas publik yang sejuk dan ramah lingkungan.

Nah jika seluruh komponen berjalan ini akan menjadi energy positif mulai menyebar. Remaja akan terundang melakukan peran mereka dalam menjaga lingkungan.

Abizar Dalimunthe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here