Gubernur Sumsel membahas rancangan Pergub untuk meningkatkan harga karet Sumsel (Sumber : Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Kitogalo.com, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mencari upaya konkrit dalam meningkatkan harga getah karet rakyat di Sumatera Selatan. Salah satunya melalui rapat dengan melibatkan semua unsur yang terkait.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, permasalahan ini sudah dibahas dengan pihak terkait seperti jajaran Polda Sumsel, Gapkindo, Apkarindo, PTPN 7, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Palembang, Pusat Penelitian Karet Balai Karet Sembawa.

Dari berbagai hasil diskusi, karet petani di Sumsel harus ada perbaikan mutu dan kualitas getah karet. Perbaikan tersebut dimulai dengan proses pembekuan, yang harus menggunakan asam semut yang fungsinya untuk menekan kadar air.

“Kita butuh peran serta dari semua yang hadir ini. Untuk menyampaikan dengan masyarakat agar tidak lagi menggunakan cuka para dan tawas. Namun gunakan rekomendasi dari pemerintah yakni asam semut,” ujarnya kepada Kitogalo.com, Sabtu (2/1/2019).

Karena harga karet dipengaruhi harga dunia, maka Pemprov Sumsel akan membuat suatu formula yang diharapkan dapat menjawab keluhan petani karet selama ini.

Selain harus adanya peningkatan kualitas dan mutu, harus dilakukan pemangkasan birokrasi produksi hingga karet masuk ke pabrik.

Dalam waktu dekat, akan dibuatkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerapan Tata Niaga Karet dan pembentukan UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar). Pergub ini bertujuan sebagai sarana bagi petani untuk meningkatkan mutu karetnya.

“Nanti para UPPB ini akan kita lantik, sehingga dapat menjalankan perannya melakukan pembinaan pada masyarakat sebagaimana dahulu ada PPL,” ucapnya.

Upaya lainnya juga yaitu meningkatkan produksi getahnya melalui subsidi pupuk, dan subsidi asam semut. Pemprov Sumsel akan mengupayakan agar petani memiliki alat ukur kadar air.

Sehingga kedepan tidak ada lagi petani karet yang melakukan tindakan curang dengan memasukan tatal kayu, sandal jepit atau getahnya direndam.

“Tindakan ini justru akan merugikan petani sendiri. Sebab pabrik tidak akan mau membeli dengan harga tinggi. Jika petani tidak memperhatikan mutu dan kualitas getah,” katanya.

Dia berharap kedepan, tidak ada lagi petani karet di Sumsel yang mengangap pemerintah daerah tidak melakukan upaya dalam meningkatkan harga getah karet rakyat ini.

“Kita akan buka akses informasi harga karet terkini dan akan mengupayakan membuat hilirisasi. Contohnya juga dengan membuka seluas luasnya peluang usaha membuat bantalan rel berbahan baku karet,” ujarnya.

Usulan Pergub ini akan disampaikan Herman Deru ke Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, agar bisa menyerap karet Sumsel untuk pembuatan ban mobil, sepeda motor dan sepeda.

“Saya tegaskan harus terealisasi. Nanti pemanfaatannya diperuntukan bagi kendaraan dinas,” ungkapnya.