Potret dua penari dari Duagha (Humas Sanggar Duagha)

Kitogalo.com, Palembang – Adat dan budaya Sumatera Selatan (Sumsel) yang beragam tentunya harus terus dilestarikan oleh generasi muda loh. Tapi bagaimana kalau di sekolah kamu diadakan mata pelajaran khusus tentang adat dan budaya Sumsel, kamu setuju gak nih??

Ini juga yang digagas Gubernur Sumsel Herman Deru, untuk terus melestarikan budaya dan kearifan lokal, di tengah gempuran budaya barat yang sedang digandrungi generasi muda.

Menurut mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) TImur ini, para generasi muda memiliki tanggungjawab dalam memelihara warisan para leluhur.

“Kita sebagai bangsa yang besar dengan adat ketimuran. Harus tetap dihidupkan dan dipertahankan,” ujarnya kepada Kitogalo.com, Jumat (8/2/2019).

Herman Deru pun meminta kepada kepala sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel dan 17 kabupaten/kota serta praktisi pendidikan, untuk bisa membuat kurikulum khusus ini.

Dimana, mata pelajaran Muatan Lokal juga harus disisipi tentang pengetahuan adat, budaya dan bahasa daerah asli Sumsel.

“Kita diajak menjaga warisan leluhur, karena ketakutan kita nantinya generasi nantinya tidak tahu menahu tentang asal usul kelahirannya,” ungkapnya.

Herman Deru juga khawatir jika tidak ada pembelajaran khusus di sekolah, generasi mendatang akan terhanyut dengan masuknya budaya asing. Dia pun meminta anak-anak masa kini, agar dapat mempertahankan jati dirinya sebagai orang yang memiliki adat dan budaya.

BACA JUGA :

Museum 3D Pertamina Prabumulih Wajib Dikunjungi Para Pemburu Selfie

Gubernur Sumsel Gagas Pendirian Politeknik Energi dan Minyak di Prabumulih

Putri Permatasari, Generasi Muda Sumsel yang Prestasinya Buat Iri